PELAJARAN APA YANG DAPAT DIPETIK DARI PERISTIWA COVID 19

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Oleh Dr. H. Mohammad Fauzan, Dekan Fakultas Pariwisata

Dampak Covid-19 bagi dunia pariwisata  sangat parah, hal ini terlihat dari penutupan berbagai tempat destinasi wisata  antara lain  Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan berbagai tempat destinasi wisata lainnya di Indonsia. Bisnis perhotelan  terlihat banyak yang menutup, karena tingkat hunian hotelnya mencapai zero (nol) dan bisnis ikutannya  meeting yang direncanakan di hotel dicancel dan beberapa bisnis lainnya mati, yang sekarang masih terlihat eksis dilakukan oleh  hotel adalah  menawarkan tempat yg nyaman  bagi mereka yang ingin melakukan  isolasi mandiri, dengan harga paket yang  relative murah.

 Jika diiperhatikakan lebih lanjut perekonomian banyak daerah  di Indonesia yang menjadi tujuan wisata ( Bali, Yogyakata,  dan berbagai daerah lainnya pasti mengalami kondisi yang terburuk,  karena tidak ada kunjungan wisatawan , bisnis hotel tutup dan beragam bisnis terkait kepariwisataan  mati . Yang pasti Indonesia kehilangan  devisa dari wisata yang tahun lalu  mencapai Rp 280 triliun maka tahun ini devisa dari wisata  turun drastic  

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari peristiwa Covid ini ?

  1. Pada tingkat individual Setiap orang harus memiliki banyak keahlian, karena di saat terjadi kondisi seperti Covid  yang tidak disangka /diramal dia dengan mudah menyesuaikan dengan keadaan yang  baru/  berubah, misalnya alih profesi/ alih pekerjaan/ alih usaha dan sebagainya yang diperkirakan menghasilkan pendapatan. Hal ini penting karena banyak perusahaan di saat covid ini merumahkan atau mem PHK karyawannya. Banyak  perusahaan dan organisasi bisnis atau organisasi nirlaba tidak mampu membayar gaji karyawannya, atau pemotongan upah/gaji  dan masih banyak kondisi kondisi risiko lainnya.
  2.  Di saat Covid seperti ini banyak orang dihadapkan kepada kondisi relative kesulitan finansial, karena banyak bisnis yg sudah digeluti terancam bangkrut, pendapatan  menurun drastic,  banyak transaksi transaksi yang terjadi tidak dapat dibayar karena pendapatan atau penghasilan yang terganggu, terutama sector sector yang terkait kepariwisataan.
  3. Di saat Covid seperti ini orang yang biasa ngantor keseharian, sekarang ngantor di rumah masing masing (work from home/WFH) sehingga banyak waktu yang dapat dipergunakan untuk  menghasilkan karya yg positif, atau memikirkan kembali makna hidupnya. Banyak orang yang saat ini hidup hanya untuk mencari/mengejar materi  menjadi lebih sadar akan hakekat dirinya apa yang saat ini menjadi mansia berdimensi satu (one dimensional man) mulai sadar mendekat Tuhan dengan mulai banyak Dhikrullah ,” ingat  Tuhannya “. Kesadaran ini penting utk mencapai kebahagiaan hakiki, tidak hanya kebahagiaan semu belaka di dunia..